Senin, 08 Agustus 2016

221. SI BUTA, TULI, DAN LUMPUH

SI BUTA, TULI, DAN LUMPUH


Bahan/ Peralatan :
-     Penutup Mata, Tali Rafia, Gelas Air Mineral, Air.
Cara Bermain :
  • Tunjuk secara acak tiga peserta untuk maju ke depan.
  • Minta mereka untuk berperan sebagai si Buta, si Tuli, dan si Lumpuh.
  • Jelaskan bahwa tugas mereka adalah bekerja sama agar ke-tiganya dapat melewati sebuah lintasan yang sudah ditentu-kan sebelumnya dengan selamat, disertai membawa segelas air berisi penuh agar tidak tumpah.
  • Keberhasilan peserta ditentukan oleh sejauh mana kreativitas mereka berkomunikasi.
  • Buatlah aral rintangan pada lintasan yang akan mereka lalui (jalan berbelok, ada lubang, ranting penghalang jalan, dll).
  • Berikan limit waktu. Kalau ternyata mereka gagal, bisa digantikan oleh peserta lainnya.

220. SI BUTA, BISU, DAN TULI

SI BUTA, BISU, DAN TULI

Bahan/ Peralatan :
Penutup Mata / Kain, Tali Rafia, Bola Tenis, Bola Ping Pong, Kelereng, Karton besar, Karton sedang, Karton kecil, Selembar Kertas Perintah.

Cara Bermain :
  • Simulasi ini memperagakan cerita tentang 3 ekor monyet yang masing-masing BUTA, BISU, dan TULI. Dengan masing-masing kekurangannya, ketiga ekor monyet tersebut tetap bisa bekerja sama dengan baik untuk mencapai tujuan bersama. Dalam kehidupan nyata, tugas seorang pemimpin adalah bagaimana kekurangan dari masing-masing anggota timnya dapat diolah sedemikian rupa sehingga bisa saling menutupi dan dapat mencapai target bersama.
  • Satu kelompok dibagi menjadi 3 grup. Satu grup berperan sebagai si BUTA, satu sebagai si BISU, dan satu lagi sebagai si TULI.
  • Si BUTA tidak dapat melihat, karenanya matanya harus ditutup dengan kain. Si BISU tidak dapat berbicara, sehingga hanya boleh menggunakan bahasa isyarat (bahasa tubuh dan gerakan tangan / kaki). Si TULI tidak bisa mendengar, sehingga diperbolehkan untuk berbicara.
  • Fasilitator mengeset sebuat tempat berukuran 3 x 3 m2. Diberi pembatas rafia. Di dalamnya diletakkan bola besar (tenis), bola sedang (pingpong), bola kecil (kelereng), karton besar, karton sedang, dan karton kecil. Si BUTA yang telah ditutup matanya dengan kain ditempatkan di dalam area ini.
  • Posisi si TULI berada + 7 meter dari areal si BUTA (si TULI berada di antara si BUTA dan si BISU).
  • Si BISU berada + 7 meter dari posisi si TULI.
  • Fasilitator memperlihatkan selembar kertas PERINTAH untuk dikerjakan oleh setiap kelompok.
          Contoh kertas PERINTAH tersebut : (bisa divariasikan sesuai kreativitas)
          -    Masukkan bola pingpong ke dalam karton besar.
          -    Masukkan bola tenis ke dalam karton sedang.
          -    Masukkan kelereng ke dalam karton sedang.
          -    Keluarkan bola pingpong dan masukkan ke karton sedang.
          -    Keluarkan kelereng dan masukkan ke karton besar.
          -    Keluarkan bola tenis dan masukkan ke karton kecil.
  • Kertas PERINTAH tersebut diperlihatkan kepada si BISU. Si BISU menggunakan bahasa isyarat mengkomunikasikan kepada si TULI. Si TULI bisa berbicara untuk mengkomuni-kasikan PERINTAH tersebut kepada si BUTA. Si BUTA melaksanakan PERINTAH tersebut dengan mengandalkan indera pendengaran dan perabanya.
  • Kelompok pemenang adalah yang bisa melaksanakan PERINTAH tersebut dengan benar.
  • Nilai yang terkandung dalam permainan ini adalah bahwa dalam diri tiap individu ada kelebihan, ada pula kelemahannya. Tetapi kelemahan-kelemahan ini tidak boleh menjadi suatu hambatan. Pemimpin harus mampu untuk melihat dan fokus kepada kelebihan-kelebihan setiap individu. Dengan demikian kelebihan yang satu menutupi kekurangan yang lain. Kelebihan-kelebihan inilah yang dikoordinasikan secara efektif untuk mencapai target yang diberikan.

146. FOLDING CARPET

FOLDING CARPET


Bahan/ Peralatan :  
Karpet/ terpal/ kertas koran atau tikar plastik.

Cara Bermain :
  • Games ini (dilakukan secara kelompok) dimainkan dengan alat bantu sebuah karpet atau terpal plastik yang ukurannya 1 meter persegi untuk 8-10 orang. Ukuran karpet dapat disesuaikan dengan jumlah peserta yang akan ikut bermain maupun tingkat kesulitan yang ingin diberikan, lebih banyak peserta maka dibutuhkan karpet yang lebih luas.
  • Semua peserta berdiri di atas terpal. Satu kelompok satu terpal.
  • Tugas kelompok adalah membalik terpal dengan cara bagaimana pun.
  • Selama membalik terpal, kaki tidak boleh menyentuh tanah. Bila menyentuh tanah, dianggap gagal atau gugur. Tim yang gugur bisa diberi kesempatan lebih dari sekali.
Pemenang adalah tim yang berhasil membalik terpal dengan kaki tidak menyentuh tanah dan tetap berada di atas terpal.

145. CARPET RACE

CARPET RACE


Bahan/ Peralatan :
-     Karpet/ kertas karton berbentuk kotak persegi.

Cara Bermain :
·         Bagi peserta menjadi beberapa kelompok dgn jumlah sama.
·         Bagikan 1 potongan karpet kepada setiap peserta plus 1 potongan ekstra untuk setiap kelompoknya.
·         Atur peserta berdiri berjajar ke belakang dalam kelompok masing-masing sambil menginjak karpet masing-masing di garis start. Adapun karpet tambahan ditempatkan di depan peserta paling depan.
·         Beri aba-aba ”Mulai”. Setiap kelompok akan berlomba sampai garis finish. Caranya adalah peserta pertama melangkah ke karpet kosong di depannya. Lalu peserta kedua menempati karpet peserta pertama, begitu seterusnya hingga terdapat satu karpet kosong di belakang peserta terakhir.
·         Selanjutnya peserta terakhir mengambil karpet di belakang-nya dan memberikannya secara berurutan ke peserta di depannya. Lalu karpet kosong tersebut kembali ditempatkan di depan peserta pertama.
·         Demikian permainan berlanjut. Pemenangnya adalah kelom-pok yang peserta terakhirnya paling cepat mencapai garis finish.

144. STEPPING CARPET

STEPPING CARPET


Bahan/ Peralatan :
-     Tempat Pijakan berbentuk kotak (bisa dari karpet yang dipotong).

Cara Bermain :
  • Permainan ini dilakukan secara berkelompok dengan jumlah anggota 6-8 orang.
  • Tetapkan jarak tempuh, start dan finish, dengan jarak menyesuaikan (semakin jauh semakin baik).
  • Berikan setiap kelompok 3 potongan karpet.
  • Tugas tim/kelompok adalah menempuh jarak sampai finish dengan menggunakan 3 potongan karpet tersebut sebagai tempat pijakan.
  • Selama permainan, kaki tidak diperbolehkan menyentuh tanah. Bila menyentuh tanah, maka tim tersebut dinyatakan gugur atau harus mengulang dari awal.
  • Tim yang berhasil sampai duluan ke finish dengan baik, dinyatakan sebagai pemenang.